Wednesday, 26 December 2018

Harap dan Semoga

Dan kata-kata itu, telah kubiarkan menepi tanpa awak. Karena kurasa tak perlu berlama-lama mengarungi samudera kepedihan ini, apalagi sendirian. Kurasa aku tak cukup kuat.

Aku memang telah beranjak dan meninggalkan sepersekian nada sumbang di masa lalu itu. Tapi sejujurnya, memaafkan tak semudah itu. Iya kau tau, semua yang telah kutepis berkali-kali telah membuat keadaan makin menjadi. Namun apalah daya jika aku tak membutuhkan semua itu, sedangkan yang kudapat adalah keinginanku, bukan kebutuhanku.

Jangan pikir aku tak pernah berusaha membuatnya menjadi kembali baik. Aku bahkan sudah mencoba merangkai sisa-sisa asa itu hingga hari ini, namun aku belum juga menemukan ujungnya.

Aku pun sudah coba mengais sisa-sisa harap yang menumpuk di pelupuk mata. Namun tak ada yang tersisa. Semua hilang. Yang datang telah pergi dan yang pergi pun telah kembali datang. Jadi kurasa tak salah jika aku menyambut baik dahulu yang kembali sebelum melanjutkannya kan?

Aku ingin menjalani hariku seperti biasa. Ku anggap biasa. Dan harus terbiasa paling tidak sampai beberapa bulan ke depan. Karena aku sangat meyakini ini 100% bahwa Allah, Tuhan pencipta semesta raya, telah menyiapkan seonggok kejutan di balik hari ini. Dan aku, masih berusaha memaafkan hingga tulisan ini terbaca oleh siapapun. Aku tak ingin ada penghalang untuk hari cerahku nanti. Semoga saja.

0 komentar:

Post a Comment

Harap dan Semoga

Dan kata-kata itu, telah kubiarkan menepi tanpa awak. Karena kurasa tak perlu berlama-lama mengarungi samudera kepedihan ini, apalagi sendir...

 

Coretan Cantik Template by Ipietoon Cute Blog Design