Tak semua duka bisa terungkap. Tak semua juga yang bisa menjelma sebagai kata-kata dalam bait lara. Kadang kita hanya perlu diam, memendam segala perih batin dalam bungkaman bibir yang tersenyum. Membiarkan setiap luka yang sebenarnya sedang menggerogoti hati untuk sembuh sendiri.
Kadang kita perlu memahami, bahwa tak semua objek yang kita jadikan tempat berbagi duka adalah orang yang baik-baik saja, maksudku keadaan hati seseorang yang sesungguhnya tak mungkin kita ketahui bukan? Bahkan selembar kertas, langit malam, atau rinai hujan pun pasti menyimpan cerita dukanya sendirian.
Baiknya kita menyadari, sebuah bahagia berasal dari duka yang telah sirna. Begitu pula lara, bagaimana pun pasti akan ada ujung yang mengantarkannya pada kebahagiaan. Jadi santai saja, toh ia akan menemukan akhir kepedihannya. Tak usah terburu-buru menangisi sedu sedan yang ingin dilampiaskan. Ingatlah, waktu akan segera mengobatinya, menyatukan kembali pecahan kebahagiaan yang pernah melebur dalam tangismu. Tenang saja. Bersabar, dan jalani hidupmu. Maka kau akan menemukan senyum bahagiamu kembali.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Harap dan Semoga
Dan kata-kata itu, telah kubiarkan menepi tanpa awak. Karena kurasa tak perlu berlama-lama mengarungi samudera kepedihan ini, apalagi sendir...

0 komentar:
Post a Comment